Laporan Praktek Kerja Lapangan Budidaya Kakap Putih

Pembenihan, Pendederan dan pembesaran Kakap putih (Lates calcalifer)

Pada kegiatan pembenihan ikan kakap putih diawali dengan penyediaan induk dan dilanjutkan dengan pemeliharaan induk seperti kegiatan persiapan wadah. Setelah persiapan wadah selesai, dilakukan penebaran induk dengan padat tebar 1- 3 ekor/m2. Selanjutnya pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi pemberian dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari dengan menggunakan pakan ikan rucah dengan FR 2% dari bobot ikan. Kegiatan selanjutnya yaitu dengan melakukan terhadap air dan wadah pemeliharaan seperti rutin melakukan pergantian air. Sampling kematangan gonad induk ikan kakap putih dilakukan dengan cara stripping pada induk jantan yang sudah matang gonad dan pada induk betina akan dihisap menggunakan selang kanulasi pada bagian urogenitalnya. Pemijahan terjadi pada malam hari dan menghasilkan 5.000.000 butir telur. Jumlah telur yang ditebar sebanyak 400 ribu butir. Penetasan telur terjadi pada suhu 27-30°C dan salinitas 32 ppt, dengan waktu penetasan 14 - 17 jam. Nilai FR (Fertilization Rate) yaitu telur yang terbuahi sebanyak 85% dan HR (Hatching Rate) yaitu penetasan telur sebesar 80%.

Pemberian pakan pada larva diberikan pada hari ke dua, setelah yolk egg (kuning telur) pada larva habis. Pemberian pakan alami berupa Brachionus plicatilis (rotifera) diberikan sejak larva berumur D2 - D16 dengan kepadatan 3-5 ind/mL. Selanjutnya dilakukan overlapping dalam pemberian pakan buatan berupa pellet tepung dengan merk dagang NRD dan NRD 33. Kultur massal pakan alami juga dilakukan berupa fitoplankton Nannochloropsis sp. dan zooplankton Rotifera. Kultur massal fitoplankton Nannochloropsis sp. dilakukan dengan dosis pemupukan urea 35 mg/L, TSP 10 mg/L, dan pupuk zet A 35 mg/L. Sedangkan kultur massal zooplankton Rotifera dilakukan dengan pengisian wadah menggunakan Nannochloropsis sp. sebagai pakan alami dari bibit rotifer yang ditebar. Sumber air pada budidaya dilakukan dengan mentreatment air laut terlebih dahulu dengan menggunakan kaporit 20 mg/L dan Na-thiosulfat 10 mg/L. Pada saat benih mencapai ukuran 4 cm dilakukan pemberian pakan dengan frekuensi 4 x 1 hari, menggunakan metode pemberian secara ad satiation. Pakan yang diberikan berjenis pakan buatan dengan merk dagang NRD. Untuk benih berukuran 4 cm diberikan pakan NRD G 8, dan untuk benih berukuran 5-6 cm diberikan pakan NRD G 12.

Pemberian pakan dengan frekuensi pemberian 3 x 1 hari, menggunakan metode pemberian secara ad satiation. Pakan yang diberikan berjenis pakan buatan dengan merk dagang Megami. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan pergantian air secara rutin bersamaan dengan kegiatan penyiponan setiap pagi dan sore hari. Benih yang sudah mencapai ukuran 12 cm siap untuk dipanen dan dilakukan pemberokan terlebih dahulu selama 1 x 24 jam. Perkembangan ikan kakap putih dari larva sampai pada benih ukuran 12 cm memiliki nilai SR (Survival Rate) sebesar 13%, dipanen dan dipacking menggunakan kantong plastik PE berukuran 60 cm x 120 cm dengan perbandingan air dan oksigen 1:2. 

Pada kegiatan pembesaran diawali dengan persiapan wadah pemeliharaan keramba jaring apung (KJA). Persiapan yang dilakukan yaitu penjemuran jarring dan pencucian jaring. Selanjutnya jaring dibawa ke lokasi KJA untuk dipasang pada KJA. Proses selanjutnya yang dilakukan yaitu penebaran benih dengan padat tebar 45-50 ckor/m2 dan diawali dengan aklimatisasi. Pemberian pakan dilakukan pada pagi dan siang hari, dengan metode pemberian secara ad satiation, sedangkan untuk ikan yang sudah memiliki bobot > 500 g diberikan pakan secara restricted dengan nilai FR 2-7% dari bobot ikan. Untuk jenis pakan yang diberikan berupa pellet dengan merk dagang Megami.

 Hama yang sering mengganggu kegiatan pembesaran yaitu hewan liar seperti ikan barracuda, ikan buntal, dan burung laut. Untuk jenis penyakit yang sering menyerang ikan kakap putih di KJA yaitu penyakit Benedeniasis yang disebabkan oleh parasit Benedenia sp. Pencegahan penyakit pada ikan kakap putih yang disebabkan oleh parasit Benedenia ini yaitu dengan cara melakukan perendaman menggunakan air tawar maupun larutam H. 02 dengan dosis 0,31 ml/L selama 10-15 menit. Kemudian dilakukan sampling dengan mengambil sampel sebanyak 10 ekor untuk dilakukan penimbangan bobot dan pengukuran panjang ikan.

Pemanenan ikan kakap putih dilakukan ketika ikan mencapai bobot panen, yaitu >1 kg /ekor dengan masa pemeliharaan selama 1 tahun dengan nilai SR 90%. Pemanenan dilakukan dengan menjaring ikan dan memasukkan ke dalam wadah bak fiber untuk dilakukan pemingsanan. Kemudian ikan yang sudah pingsan dimatikan, lalu ditimbang bobotnya. Ikan yang sudah melalui proses penimbangan selanjutnya masuk ke tahap pengepakan dan pengemasan. Penempatan ikan dalam boks dilakukan secara berlapis antara ikan dan es curah. 

Aspek usaha pembenihan menghasilkan benih sebanyak 160.000 ekor/tahun. Harga penjualan benih senilai Rp 11.000/ekor, dengan nilai penerimaan sebesar Rp 1.760.000.000 dan biaya total Rp 1.108.045.814 sehingga memperoleh keuntungan Rp 651.954.186. Harga pokok produksi (HPP) pada kegiatan pembenihan sebesar Rp 6.925, nilai R/C ratio 1,6, dan payback period (PP) selama 1,9 tahun. Kegiatan pembesaran dilaksanakan selama 1 tahun dan menghasilkan ikan berukuran > 1 kg. Hasil pemanenan sebanyak 54.000 kg/tahun dengan jumlah 1 siklus/tahun. Harga penjualan ikan senilai Rp 75.000/kg, dengan nilai penerimaan sebesar Rp 4.050.000.000 dan biaya total sebesar Rp 2.851.655.182 sehingga memperoleh keuntungan Rp 1.198.344.817. Harga pokok produksi (HPP) pada kegiatan pembesaran sebesar Rp 52.808, nilai R/C ratio 1,4, dan payback period (PP) selama 1 tahun.

Diskusi Blog
  • Komentar